PDIP “Melindungi” Rustriningsih Dari Demokrat (Paranoidkah PDIP?)

PDIP “Melindungi” Rustriningsih Dari Demokrat (Paranoidkah PDIP?)

Berita di media cetak hari ini (Suara Merdeka, 27 Agustus 2013, hal 2) menuliskan bahwa PDIP melayangkan ancaman terhadap Rustriningsih bila ikut Konvensi partai Demokrat. Ancaman yang dimaksud adalah, Rustriningsih dianggap muncur dari PDIP jika ikut sebagai salah satu peserta dalam Konvensi yang diselenggarakan Partai Penguasa itu.

Menurut TB Hasanuddin selaku Ketua DPP PDIP, jika Rustriningsih memenuhi undangan dari partai Demokrat maka beliau dianggap sudah keluar dari PDIP, alias bukan kader PDIP lagi. Menurut TB Hasanuddin pula, ideologi PDIP berbeda dengan ideologi Partai Demokrat, sehingga tidak mungkin kader PDIP bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan politik partai lain. Selain itu, salah satu hal yang lebih penting adalah jika Rustriningsih ingin tetap memenuhi undangan konvensi Partai Demokrat, maka ia harus mendapat izin terlebih dahulu dari Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP.

Menanggapi hal tersebut, Rustriningsih hanya menjawab, “wong belum apa-apa kok diributkan”. Rustriningsih menyatakan bahwa, hingga saat ini dia belum mendapatkan undangan atau permintaan secara resmi dari Panitia Konvensi partai Demokrat, sehingga tidak perlu ada keributan soal itu.

Tindakan oleh PDIP tersebut bisa saja sebagai reaksi “Paranoid” atau sebuah upaya organisatoris biasa yang juga dilakukan oleh Partai lain terhadap anggotanya. Namun, jika itu adalah sebuah wujud Paranoid dari PDIP, maka akan memunculkan beberapa hal menarik yang harus diperhatikan terkait konstelasi politik yang sedang terjadi di PDIP dan juga Demokrat secara tidak langsung. Hal tersebut antara lain, pertama, ada kemungkinan bahwa PDIP takut “kehilangan” kader untuk kedua kalianya setelah Jokowi pada saat Pemilukada DKI beberapa waktu silam. Masih segar dibenak kita semua sebuah iklan di stasiun televisi maupun media masa lainnya,  di mana Jokowi dikatakan sebagai kader dari partai lain. Padahal Jokowi sendiri adalah kader terbaik dari PDIP. Hal tersebut membuat PDIP kebakaran jenggot, dan melahirkan permasalahan yang cukup mengguncang tubuh PDIP. Belajar dari pengalaman itu, maka PDIP tidak akan merelakan salah satu kader terbaiknya, yakni Rustriningsih untuk “diculik” oleh Demokrat. Jika demikian, maka hal tersebut tentu saja akan semakin membuat posisi PDIP menjadi terpuruk untuk menghadapi Pemilu 2014 mendatang.

Kedua, PDIP menyadari bahwa figur dari seorang Rustriningsih merupakan modal besar bagi PDIP untuk menghadapi Pemilu di tahun 2014. Rekam jejak Rustriningsih yang pernah menjabat sebagai Bupati Kebumen dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terlihat fantastis bagi PDIP maupun lawan politik dari partai lainnya. Rustriningsih dianggap sebagai sosok perempuan yang dapat menggantikan sosok karismatik dari Megawati Soekarnoputri, terutama dalam memajukan kiprah perempuan di dunia politik. Sehingga, tidak ada alasan bagi PDIP untuk melepaskan begitu saja Rustriningsih kepada Demokrat. PDIP pun akan memainkan perannya untuk “menjual” figur seorang Rustriningsih (jika mau) kepada publik agar dapat menarik suara yang lebih banyak ke tubuh PDIP.

Ketiga, Faktor satu-satunya wakil perempuan di Konvensi Demokrat. Sudah diketahui bahwa Panitia Konvensi partai Demokrat menetapkan 16 calon kandidat, dan 15 diantaranya adalah laki-laki, sedangkan hanya 1 wakil perempuan, dan itu adalah Rustriningsih. Sebagai satu-satunya wakil perempuan dalam konvensi yang diadakan oleh Partai sebesar Demokrat tentu saja memunculkan tanya, apa yang  spesial dari seorang Rustriningsih sehingga Partai Demokrat pun kepincut untuk menjadikannya sebagai salah satu peserta Konvensi? Demokrat tentu sudah melihat potensi besar yang dimiliki oleh seorang Rustriningsih, sehingga ia dianggap sebagai wakil perempuan yang sangat ideal untuk menjadi Capres atau Cawapres pada tahun 2014. Hal itu tentu akan menaikan “nilai jual” Demokrat pada Pemilu 2014 nanti. Jangan lupa bahwa, semua Partai peserta Pemilu 2014 tidak memiliki kader perempuan sebesar Rustriningsih, sehingga modal yang tertanam dalam diri seorang Rustriningsih bagaikan logam mulia yang menjadi incaran banyak partai. Posisi sebagai satu-satunya kader perempuan yang high class inilah yang membuat figur seorang Rustriningsih menjadi begitu diperhatikan. Oleh karenanya, PDIP menyadari betul bahwa Rustriningsih harus “dibentengi” agar tetap menjadi kader dari PDIP . Dengan tetap menjadi kader PDIP, maka semakin banyak strategi yang dapat diusung oleh PDIP dalam menghadapi Pemilu tahun 2014.

Dari ketiga hal yang diuraikan di atas, sedikit menggambarkan bagaimana situasi politik di dalam tubuh PDIP pasca diundangnya Rustriningsih untuk ikut dalam Konvensi Partai Demokrat. PDIP terlihat begitu “Paranoid” menanggapi isu tersebut. Adalah hal yang tidak masuk akal jika kader “sehebat” Rustriningsih dapat dilepas begitu saja oleh PDIP, terutama di tahun politik ini. PDIP pasti sudah memiliki rencana yang matang menghadapi pemilu 2014 bersama Rustriningsih, sehingga upaya untuk melindungi Rustriningsih dari serbuan Demokrat penting untuk dilakukan.

Modal besar sudah dipunyai oleh Rustriningsih sebagai seorang politikus perempuan, namun yang tidak dimiliki adalah kesempatan. Kesempatan besar harus diberikan kepadanya untuk lebih tampil dalam sebagai figur perempuan dalam panggung politik. Hal itupun tergantung dari politik internal PDIP sebagai tempat bernaungnya Rustriningsih. Jika PDIP memang berniat mengorbitkan Rustriningsih, maka kemungkinan untuk memenangkan Pemilu bisa saja terjadi, asal Rustriningsih “dijual” dalam “kemasan” yang benar-benar menarik hati rakyat.

Menarik untuk mengikuti langkah PDIP selanjutnya terkait “melindungi” salah satu kader terbaiknya itu dari serbuan Demokrat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s